Tips Cara dan Antisipasi Penyakit Saraf Kejepit

Posted on

Saraf kejepit adalah suatu penyakit yang terjadi karena adanya tekanan terhadap saraf-saraf yang ada di tulang belakang, penyakit ini biasanya dianggap penderita sebagai penyakit nyeri yang  ringan sehingga tidak segera dapat diobati sehingga beresiko menimbulkan kondisi penyakit yang lebih parah. Kejepit bisa di awali dengan rasa sakit seperti halnya nyeri pinggang biasa orang akan membiarkan rasa sakit ini karena dikiranya hanya rasa sakit pinggang biasa yang kemudian akan sembuh, Saraf kejepit banyak muncul dan terjadi pada bagian tulang belakang atau punggung kondisi ini terjadi pada bagian ini namun tidak menutup kemungkinan juga akan terjadi pada bagian tubuh yang lain walaupun kecil

penyakit saraf kejepit

Penyebab syaraf kejepit ini bisa ditimbulkan oleh berbagai macam kondisi seperti bagian tubuh yang terluka, berat badan yang berlebihan, aktivitas yang membuat orang rentan terhadap cedera. Bagian tubuh yang terluka akan membuat salah satu bagian tubuh menekan saraf, kondisi tekanan yang terus berulang akan menimbulkan nyeri yang tidak dapat segera hilang. Sementara berat badan yang berlebih membuat tubuh tidak memiliki daya tahan yang baik terhadap beban sehingga menimbulkan pergeseran dan tekanan yang tidak disengaja saat beraktivitas, Aktivitas yang membuat rentan biasanya terjadi terhadap atlet atau pekerja yang mengharuskan melalukan pekerjaan fisik yang berat sehingga tulah, sendi dan saraf sangat rawan untuk cedera.

Saraf kejepit memiliki berbagai macam gejala yang bisa ditimbulkan beberapa gejala dari saraf kejepit tersebut seperti adanya rasa seperti ditusuk jarum pada bagian saraf, beberapa bagian tubuh juga kehilangan rasa seperti kaki dan tangan yang kita tidak dapat merasakan apa-apa, timbulnya kesemutan, sensasi seperti sakit atau nyeri yang seperti terbakar yang bermula dari titik saraf kejepit kemudian menjalar keluar. Jika kondisi saraf kejepit dibiarkan maka akan menimbulkan berbagai macam hal buruk seperti adanya kerusakan saraf secara permanen.

Beberapa orang sering keliru dalam menilai perbedaan antara saraf kejepit dengan sakit pinggang biasa, padahal terdapat perbedaan yang cukup besar yang bisa kita lihat dari gejalanya, misalnya untuk nyeri pinggang biasa maka disebabkan oleh berbagai macam hal seperti terlalu lama dalam berdiri, terlalu lama dalam duduk ataupun kesalahan ketika mengangkat barang. Sakit pinggang biasa ini biasanya akan membaik dengan sendirinya atau sembuh setelah melakukan pengobatan ringan

Sementara untuk sakit pinggang karena saraf kejepit, sakit tidak akan segera pulih namun akan bertahan dan tidak akan sembuh dalam waktu 72 jam rasa sakit ini awalnya akan timbul pada satu sisi simpul, kemudian akan menjalar ke tempat-tempat lainnya. Jadi perbedaan saraf kejepit dengan sakit yang biasa ada pada lokasi timbul nyeri, intensitas rasa sakit rasa sakit dan pengaruh rasa sakit tersebut

Intensitas rasa sakit saraf kejepit juga akan lebih berat karena akan menimbulkan berbagai sakit lainnya seperti mati rasa, kesemutan, kram dan susah dalam berjalan. Lalu hal apa sajakah yang bisa dilakukan dalam tips menghindari adanya saraf kejepit

  • Menjaga kondisi tubuh dengan ideal,

Kondisi tubuh yang terlalu kurus tidak baik begitupun dengan kondisi tubuh yang terlalu gemuk juga tidak baik karena bisa menekan salah satu saraf tubuh dan menimbulkan saraf kejepit. Kondisi tubuh yang baik adalah yang ideal biasanya menduduki masa BMI di bawah dari angka 25.

  • Hati-hati ketika mengangkat barang

Ketika mengangkat barang yang berat gunakan teknik yang benar jangan dipaksakan dan melakukan dengan seketika, teknik yang benar itu dilakukan dengan teknik yang aman yakni menekuk lutut terlebih dahulu kemudian mengangkat barang. Jangan mengangkat barang dengan kondisi kaki yang tegak selain itu jangan pula mengangkat barang dengan kondisi tubuh yang membungkuk jika diperlukan maka lakukan berbagai macam peregangan dahulu.

  • Jangan memaksakan beraktivitas

Saraf kejepit juga dapat timbul karena adanya aktivitas yang berlebih, ketika tubuh menjadi letih akan mengurangi kekuatan dan konsentrasi sehingga dapat menimbulkan kecelakaan yang menyebabkan saraf kejepit.

Pengobatan syaraf kejepit bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti dengan meminum obat, melakukan operasi umum ataupun melakukan operasi ringan yang sudah mulai diterapkan di Indonesia sejak tahun 2017 teknik pengobatan syaraf kejepit yang ringan dan tidak menyakitkan tersebut disebut dengan teknik endoskopi. Teknik operasi endoskopi ini yaitu sebuah teknik operasi yang menggunakan prosedur minimal invasif, jenis operasi ini memiliki kelebihan dalam hal sayatan operasi yang sangat kecil yakni 7 mm dan 4 mm.

Karena jahitan dan sayatannya kecil maka alat-alat yang digunakan adalah alat yang canggih dan sangat kecil seperti penjepit, selongsong, kamera. Jahitan yang diperlukan pun sangat kecil bisa 1, 2 jahitan atau bahkan tidak perlu melakukan jahitan sama sekali. Operasi jenis ini memiliki berbagai keuntungan seperti operasi yang berlangsung sangat cepat yakni 45 menit, pendarahan yang sangat minimal karena luka sayatan juga sedikit, masa perawatan yang lebih cepat yakni 1 sampai 2 hari.

Resiko kambuh dari operasi ini sangat kecil, tidak memicu timbulnya infeksi atau perlengketan pada operasi karena operasi yang dilakukan adalah operasi yang sangat minor, bius yang digunakan adalah bius lokal. Jenis operasi ini memiliki efisiensi biaya yang baik. Itulah beberapa cara pencegahan dan pengobatan syaraf kejepit yang biasanya timbul dalam masyarakat. Walaupun jenis penyakit ini sering dianggap sebagai penyakit biasa namun dapat menimbulkan efek yang serius jika tidak di tangani dengan benar.